Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Kepsek SD Negeri 091522 Marubun Sahrul Panjaitan Diduga Pungli Rp. 150.000 Tebus Surat Keterangan Lulus (SKL)    ●   
  • Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi   ●   
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bengkalis Ermanto, SKM., MKM : Setiap SPPG  Wajib Mengajukan Sertifikat  Laik Higiene Sanitasi (SLHS)   ●   
  • Perlu Perhatian Dari Pemko Pekanbaru, Drainase Jalan Soekarno Hatta Kotor, Penuh Sampah Dan Rumput Ilalang   ●   
  • Kapolresta Pekanbaru: Setiap 1–2 Hari Satu Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap, Satgas Anti Narkoba Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan   ●   
UNESCO: Penting Jaga Keselamatan Jurnalis Saat Menjalankan Tugas
Jumat 03 November 2023, 13:31 WIB
Ilustrasi.jpg

Jetsiber.com - Jakarta - Badan Pendidikan, Keilmuan dan Budaya PBB (UNESCO) menekankan pentingnya keselamatan jurnalis saat menjalankan tugasnya.

"Jurnalis harus dilindungi dalam situasi krisis seperti ini, dan jangan sekali-kali menjadi sasaran," ujar Perwakilan UNESCO Yekthi Hesthi Murthi dalam siaran persnya, dikutip dari tbnews, Kamis (02/11/23).

UNESCO juga menyesalkan terus berlanjutnya hilangnya nyawa jurnalis yang meliput konflik di Timur Tengah. Seperti yang ditunjukkan pada minggu paling mematikan bagi jurnalis dalam konflik yang terjadi baru-baru ini.

Data baru UNESCO menunjukkan bahwa serangan terhadap jurnalis dan pelanggaran hak-hak mereka sering terjadi selama masa pemilu. Terutama antara Januari 2019 dan Juni 2022.

"UNESCO mendokumentasikan 759 serangan individu terhadap jurnalis, termasuk 5 pembunuhan, selama 89 pemilu di 70 negara di seluruh dunia," ujar Perwakilan UNESCO Yekthi.

Data ini menunjukkan bahwa 42% serangan terhadap jurnalis dilakukan oleh polisi dan aparat keamanan. Ringkasan terbitan UNESCO menunjukkan bahwa selama pemilu dan demonstrasi publik, banyak otoritas pemerintah memblokir hak masyarakat terhadap akses terhadap informasi.

"Dengan menerapkan pemadaman dan gangguan internet, dengan menyensor media dan suara-suara kritis, dan dengan mengawasi jurnalis secara digital. Semua intervensi ini dilakukan atas nama ketertiban umum dan keamanan nasional," jelas Perwakilan UNESCO Yekthi.




Editor : TR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top