Sabtu, 6 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Pengadaan Ternak Kambing di Kampung Bumi Merapi Diduga Ada Mark Up Anggaran
Minggu 01 Oktober 2023, 21:47 WIB
Hewan ternak kambing yang diberikan kepada masyarakat.jpg

Jetsiber.com - Way Kanan - Oknum Pj Kepala Kampung Bumi Merapi di duga mencari keuntungan dalam menggelola uang Negara tepatnya Dana Desa dan Anggaran Desa Tahun 2023 dalam program pengadaan hewan ternak kambing yang mencapai Ratusan juta.


Dari hasil pantauan dan investigasi  dilapangan bahwa pengadaan hewan ternak kambing yang jumlahnya sebanyak 50 ekor dengan nilai anggaran mencapai Rp.117.000.000 diduga dijadikan ajang korupsi hal itu dilihat dari pembagian kambing yang tidak sesuai standar dengan satuan harga kambing yang dibeli per ekornya sangat tinggi mencapai Rp.2.340.000.

Jika dilihat dari hewan ternak kambing yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan anggaran yang telah di tetapkan kan, hal tersebut di sampaikan salah seorang masyarakat penerima hewan ternak kambing yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Kalau kita lihat dari kambing nya sih ya gak sesuai dengan standar, ada yang menerima 5 atau 6 ekor kambing, masih banyak yang kecil Indukan nya hanya 1 ekor selebihnya masih anakan dan bahkan ada beberapa yang mati, karena kurang nya perawatan atau pemeriksaan kesehatan sebelum di bagikan."ucapnya, Minggu (01/10/23) kepada awak media.

Berdasarkan data dan informasi dari penerima kambing bahwa kambing yang dibagikan oleh Pj Kepala Kampung Bumi Merapi ada kurang lebih 50 ekor, masing-masing ada yang menerima 5 ekor dan 6 ekor, kambing yang dibagikan itupun tidak sesuai standar lantaran beberapa kambing yang di berikan masih sangat kecil jika diuangkan maka harga setiap kambing per ekornya tidak merata seperti yang ada pada anggaran mencapai Rp.2.340.000 jutaan melainkan hanya berkisar Rp.700.000 sampai dengan Rp.1000.000, bahkan miris nya terdapat beberapa kambing yang mati diduga karena kambing yang diberikan tidak dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu melalui Puskeswan terkait kesehatan nya sebelum di berikan kepada Masyarakat.

Sampai berita ini diterbitkan, Darmi selaku Pj Kepala Kampung Bumi Merapi belum bisa dimintai keterangan terkait adanya dugaan Mark up Anggaran pengadaan hewan ternak kambing, dan belum bisa ditemui di Kantor nya, serta saat dihubungi via WhatsApp nya pun masih belum ada jawaban, terkesan menghindar.

Diharapkan kepada pihak yang berwajib agar segera memeriksa dan  menindaklanjuti terkait adanya dugaan Mark up Anggaran pengadaan hewan ternak kambing di Kampung Bumi Merapi, tepatnya di Kecamatan Bara Datu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.




Editor : TR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top