Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Kepsek SD Negeri 091522 Marubun Sahrul Panjaitan Diduga Pungli Rp150 Ribu Tebus Surat Keterangan Lulus (SKL)    ●   
  • Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi   ●   
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bengkalis Ermanto, SKM., MKM : Setiap SPPG  Wajib Mengajukan Sertifikat  Laik Higiene Sanitasi (SLHS)   ●   
  • Perlu Perhatian Dari Pemko Pekanbaru, Drainase Jalan Soekarno Hatta Kotor, Penuh Sampah Dan Rumput Ilalang   ●   
  • Kapolresta Pekanbaru: Setiap 1–2 Hari Satu Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap, Satgas Anti Narkoba Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan   ●   
Sekdako Pekanbaru Deklarasi Gerakan Pencegahan Stunting
Jumat 22 September 2023, 17:45 WIB
Deklarasi Gerakan Pencegahan Stunting. Jpg

Jetsiber.com - Pekanbaru - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, melakukan Deklarasi Gerakan Pencegahan Stunting. Deklarasi Ini berlangsung di Puskemas Sidomulyo Rawat Inap, Jalan Garuda, Kota Pekanbaru.

Ada sejumlah pejabat ikut dalam deklarasi itu. Mereka yakni Zaini Rizaldy (Kepala Dinkes Pekanbaru), Abdul Jamal (Kepala Disdik Pekanbaru), Muhammad Amin (Kepala Disdalduk KB Pekanbaru) dan Arnaldo Eka Putra (Direktur RSD Madani Pekanbaru.

Indra mendorong agar angka prevalensi stunting di Kota Pekanbaru ditargetkan turun menjadi 10 persen pada tahun 2023 ini. Sedangkan pada 2022 lalu angka prevalensi stunting di Kota Pekanbaru mencapai 18,8 persen.

Adanya deklarasi ini sebagai upaya bersama menyelesaikan stunting di Pekanbaru. Angka stunting pada tahun 2023 pun diharapkan terjadi penurunan.

"Kita berharap dengan intervensi yang kita lakukan kepada anak-anak mengalami stunting, di tahun 2023 kasus stunting bisa menurun," jelas Indra Pomi, dilansir dari Kominfo Pekanbaru,
Kamis (21/09/23).

Dirinya berharap pada akhir tahun ini kasus stunting bisa turun di bawah 10 persen. Ia menilai perlu peran serta seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi.

"Target nasional pada tahun ini untuk prevalensi stunting yaitu di bawah 22 persen. Kita yakni pada tahun ini angka stunting di Kota Pekanbaru bisa di bawah nasional dan Provinsi Riau," ungkapnya.

Gerakan Aksi Bergizi dalam Jambore Kader Posyandu ini dalam rangka mencegah stunting di Pekanbaru. Remaja putri dan calon pengantin juga menjadi sasaran edukasi agar dalam kondisi sehat.

Pemerintah kota melalui dinas terkait melakukan penyuluhan dan menyalurkan bahan makanan kepada masyarakat yang beresiko stunting. Saat ini tercatat ada 35.000 anak yang beresiko stunting.




Editor : lelimaslina
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top