Sabtu, 6 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Kemendagri Rumuskan Konsep Tata Kelola Lingkungan Berbasis Ekologi
Sabtu 02 September 2023, 14:32 WIB
Workshop perumusan Peluang dan Dukungan Pengembangan Ecological Fiscal Transfer (EFT) Tata Kelola Lingkungan di Indonesia,.jpg

Jetsiber.com - Jakarta - Plh. Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, Gunawan Eko Movianto, membuka dan memimpin Workshop perumusan Peluang dan Dukungan Pengembangan Ecological Fiscal Transfer (EFT) Tata Kelola Lingkungan di Indonesia, di Swiss-Belresidences Kalibata yang berlangsung belum lama ini.


Dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (31/8/2023), kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Subdit Lingkungan Hidup, Subdit Pertanahan dan Tata Ruang, Subdit Kehutanan Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I dan didukung oleh Pilar Nusantara.

“Acara ini bertujuan untuk merumuskan konsep indikator penilaian kinerja tata kelola lingkungan daerah sebagai dasar untuk peningkatan kemampuan daerah dalam pengelolaan lingkungan melalui insentif lingkungan berbasis ekologi/transfer anggaran berbasis ekologi (Ecological Fiscal Transfer),” kata Gunawan Eko Movianto.

Gunawan Eko Movianto menyampaikan, guna meningkatkan kemampuan pendanaan daerah untuk mendapatkan dan menjaga kualitas lingkungan yang baik, diperlukan adanya alternatif pendanaan.

Selain itu juga diperlukan adanya insentif sebagai salah satu alternatif pendanaan dengan skema EFT sebagaimana telah diimplementasikan oleh BKF Kemenkeu melalui skema TANE (Transfer Anggaran Nasional berbasis Ekologi), TAPE (Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi), TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten/Kota berbasis Ekologi) dan ALAKE (Alokasi Anggaran Kecamatan/Kelurahan berbasis Ekologi).
“Konsep EFT ini merupakan pemberian insentif dari pemerintah yang lebih tinggi kepada pemerintah dibawahnya melalui penilaian kinerja berdasarkan kinerja terkait Perubahan Iklim,” ungkapnya.

Dalam menyusun konsep Insentif Lingkungan Berbasis Ekologis (EFT Tata Kelola Lingkungan), perlu dilakukan kajian untuk merumuskan indikator kinerja tatakelola lingkungan berdasarkan scoring sebagai dasar pemberian insentif, baik untuk sektor lingkungan hidup maupun sektor terkait lainnya (energi, perhubungan, pertanian, kehutanan dll).

“Sedangkan untuk skema transfer dan pendanaan lingkungan sebagai penyaluran insentif fiskal diperlukan kajian yang berbeda,” sambungnya. Tutup (RIS/WIS)
Reporter : Haris Pranatha




Editor : lelimaslina
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top