Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Kepsek SD Negeri 091522 Marubun Sahrul Panjaitan Diduga Pungli Rp150 Ribu Tebus Surat Keterangan Lulus (SKL)    ●   
  • Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi   ●   
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bengkalis Ermanto, SKM., MKM : Setiap SPPG  Wajib Mengajukan Sertifikat  Laik Higiene Sanitasi (SLHS)   ●   
  • Perlu Perhatian Dari Pemko Pekanbaru, Drainase Jalan Soekarno Hatta Kotor, Penuh Sampah Dan Rumput Ilalang   ●   
  • Kapolresta Pekanbaru: Setiap 1–2 Hari Satu Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap, Satgas Anti Narkoba Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan   ●   
Martinus, Aktivis Muda: BUMDes Di Tengah Gempuran Minimarket Berjaringan Di Indonesia
Sabtu 12 Agustus 2023, 12:01 WIB
Martinus, Aktivis Muda jpg

Jetsiber.com,Bali,Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan pedesaan.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa desa juga terlibat dalam upaya membangun ketahanan ekonomi nasional, Sejalan dengan hal tersebut, di himpunan pada Jumat (11/08/2023).

 

Pemerintah telah memberikan kewenangan kepada pemerintah desa untuk mengelola daerahnya secara mandiri,Salah satunya dengan mewujudkan lembaga ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

BUMDes merupakan unit usaha yang dibentuk dengan tujuan dapat mengelola sumber-sumber ekonomi sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh desa tersebut.

 

Berbagai jenis usaha dapat dijalankan BUMDes seperti usaha air minum desa, usaha penyewaan alat transportasi, usaha jasa angkut sampah, usaha bisnis keuangan, maupun usaha dagang kebutuhan pokok.

 

Lembaga ekonomi ini didirikan atas dasar komitmen masyarakat desa untuk saling bekerja sama, bergotong royong demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.

 

Pembentukan BUMDes tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana apabila tidak disertai dengan partisipasi masyarakat, Maka dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat desa merupakan “roh” yang harus dimiliki BUMDes.

 

Badan usaha ini perlu dikelompokkan berdasarkan potensi-potensi daerahnya, demikian dengan potensi yang dimiliki oleh BUMDes di Kota Denpasar yang sangat berpeluang untuk memanfaatkan sektor pemasaran, jasa dan juga perdagangan.

 

Saat ini keberadaan minimarket berjaringan nasional sudah mulai merembet pada kecamatan bahkan pedesaan,Kehadiran minimarket di berbagai daerah mencirikan perkotaan dan gaya hidup modern.

Namun, kehadirannya juga sangat mempengaruhi keberlangsungan minimarket lokal dan usaha ritel kecil.

 

Apalagi di Kota Denpasar tentunya keberadaan minimarket ini menjadi saingan ketat untuk BUMDes. Minimarket tersebut mampu mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang didapatkan minimarket lokal.

 

Selain itu mereka mampu memberikan tempat yang nyaman, bersih, dingin, memperhatikan tanggal kadaluarsa produk, serta berbagai standar pelayanan lainnya.

 

Berbagai kenyamanan tersebut diberikan tentunya untuk dapat menarik perhatian masyarakat, Meskipun tidak secara nyata mengatakan bahwa mereka membutuhkan partisipasi, namun secara tidak sadar pula masyarakat telah menyalurkan partisipasinya untuk membangun dan membesarkan minimarket tersebut.

 

Hal ini lah yang perlu disadari oleh masyarakat, bahwa sebenarnya yang membutuhkan partisipasi mereka adalah BUMDes di desa mereka sendiri.

Karena dengan berbelanja langsung pada BUMDes, maka keuntungannya tentu akan kembali kepada mereka. Begitu pula dengan BUMDes, lembaga ini mau tidak mau harus mampu untuk meniru standar pelayanan yang diberikan minimarket tersebut.

 

Sebagai upaya untuk menarik minat partisipasi masyarakat setempat, sehingga BUMDes mampu bertahan dan bersaing dengan gempuran minimarket berjaringan nasional di seluruh Indonesia.

Dirut MJB, S.Ap




Editor : Lelimaslina
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top