Minggu, 7 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Terkait Pembunuhan Mahasiswa UI Yang Dibunuh Seniornya Ayah Korban Minta Pelaku Dihukum Mati
Minggu 06 Agustus 2023, 11:57 WIB
Pembunuhanmahasiswa.jpg.

Jetsiber.com - Jakarta -  Korban dugaan Pembunuhan MNZ (19), mahasiswa Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) menjadi korban dugaan pembunuhan oleh seniornya telah dimakamkan di TPU Kelurahan Jogoyudan, Lumajang. Ayah korban meminta tersangka pelaku AAB dihukum dihukum berat dengan hukuman mati.

Keluarga MNZ mengiringi kepergian korban ke peristirahatan terakhir. Pada saat pemakaman itu keluarga tak mampu menahan air mata. Ayah dan ibu korban tampak terus berderai air mata ketika jenazah korban dimasukkan ke liang lahat.

Ayah korban, Shohibi Arif berharap pelaku pembunuhan yang sudah ditangkap polisi dihukum mati. Dia minta hukuman maksimal diterapkan kepada senior anaknya itu. Pasalnya, pelaku telah membunuh anak kesayangannya dengan keji.

Saya berharap pelaku pembunuhan harus dihukum mati. Karena anak saya sudah tidak ada nyawanya. Pelakunya juga harus tidak ada nyawanya, itu baru adil," ujar ayah korban Shohibi Arif mengutip Detik News, Sabtu (5/8).

MNZ mahasiswa UI yang diduga dibunuh senior adalah putra pasangan Shohibi Arif dengan Elvira Rustina. Pemuda itu merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Rusia Universitas Indonesia.

Almarhum MNZ di mata keluarganya dikenal sebagai anak yang penurut dan baik. Saat pulang ke Lumajang pun korban lebih banyak berada di rumah. Karena itu keluarga benar-benar tak menyangka Naufal meninggal dibunuh.

Korban ini dimata keluarga anak yang baik dan penurut. Kalau pas pulang kuliah lebih banyak di rumah," ujar paman korban saat ditemui di rumah duka sebelum proses pemakaman.

Iskandar menyebutkan bahwa selama korban berkuliah di Jakarta yang bersangkutan tidak pernah mengeluh punya masalah dengan seniornya di kampus. Karena itu keluarga tidak menyangka korban dibunuh seniornya.

"Kami tidak menyangka korban meninggal. Korban ketika pulang kalau cerita tidak pernah ada persoalan di kampus. Ngakunya enjoy-enjoy saja pas kuliah," katanya.
MNZ diduga dibunuh oleh kakak tingkatnya, AAB (23). Pembunuhan itu terjadi di kamar kos korban di Jalan Palakali Raya, Kukusan, Beji, Depok, sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (2/8).

AAB yang awalnya mengantar pulang korban ke kosnya usai kuliah menikam korban berkali-kali dengan pisau lipat yang sudah disiapkan di jok sepeda motor. Padahal keduanya sempat ngobrol di dalam kamar kos.

Berdasarkan keterangan polisi, sebelum AAB melakukan pembunuhan itu dia sempat berpura-pura hendak pulang. Pada saat korban lengah itulah pelaku mengeluarkan pisau dan menusuk korban.

"Setelah berada di dalam kamar kos, pelaku dengan korban ngobrol-ngobrol. Pada saat pelaku mau pulang, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari kantong celananya, selanjutnya ditusukkan ke bagian badan korban," kata Wakasat Reskrim Polresta Depok AKP Nirwan Pohan.(rls.CNN.Indonesia)




Editor : lelimaslina
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top