Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Kepsek SD Negeri 091522 Marubun Sahrul Panjaitan Diduga Pungli Rp150 Ribu Tebus Surat Keterangan Lulus (SKL)    ●   
  • Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi   ●   
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bengkalis Ermanto, SKM., MKM : Setiap SPPG  Wajib Mengajukan Sertifikat  Laik Higiene Sanitasi (SLHS)   ●   
  • Perlu Perhatian Dari Pemko Pekanbaru, Drainase Jalan Soekarno Hatta Kotor, Penuh Sampah Dan Rumput Ilalang   ●   
  • Kapolresta Pekanbaru: Setiap 1–2 Hari Satu Tersangka Narkoba Berhasil Ditangkap, Satgas Anti Narkoba Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan   ●   
PERMAHI Lampung Ajak Masyarakat Kawal Kasus Kematian Brigadir Erik
Sabtu 29 Maret 2025, 21:54 WIB
Photo : Alm Brigadir Erik

Jetsiber.com | Waykanan -  PERMAHI Lampung Candra Purnama mengajak seluruh masyarakat Lampung mengawal kasus kematian Brigadir Erik, seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Pakuan Ratu, Polres Way Kanan, pada hari Sabtu (29/3/2025).

Meninggalnya Brigadir Erik tersebut hingga sudah lebih dari 80 hari masih belum ada kejelasan dan terlihat banyaknya kejanggalan yang terjadi.

Maka dari semua kejanggalan dan kegelisan masyarakat terkait kematian Brigadir Erik, PERMAHI (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia) bersama masyarakat dengan ini harapannya kasus tersebut menjadi jelas dan terang benderang apa motif dari kematian alm Brigadir Erik.

"Dengan mangkraknya kasus tersebut kami menilai Polres Way Kanan tidak mampu untuk menangani kasus alm brigadir erik yang mana sudah mau 100 hari tidak juga ada kejelasan.

Hari Senin 17 Maret hari ke 70 alm meninggal yang dilakukannya Ekshumasi oleh pihak kepolisian PERMAHI bersama masyarakat akan mengawal hasil dari Ekshumasi tersebut.

"Sedangkan sangat jelas alm Brigadir Erik merupakan anggota Polri aktif yang sedari diangkatnya menjadi Polri berdinas di Waykanan sampai akhirnya ditemukan meninggal dalam keadaan tidak wajar di rumahnya, hal ini dapat diartikan bahwasanya yang berkenaan dengan kasus besar,

Apalagi jika kasus ini menimpa masyarakat biasa, sangat miris dan disayangkan jika kinerja seperti itu terus terjadi dan tidak ada tindakannya, maka dikemudian hari bukan tidak mungkin nilai kepercayaan terhadap aparat penegak hukum semakin hilang, karena seolah selama ini masyarakat kecil yang tidak mengerti aturan hukum hanya terbodohi dengan ketidak tahuannya" ucap candra.

Jika kita mengutip dari salah satu ahli dalam kasus Jesika Djaja Surya Atmadja "apakah seorang dokter mempunyai kemampuan dugaan awal dalam menganalisa apa penyebab luka sehingga mengakibatkan sesuatu, cacat ataupun kematian? Bisa itu namanya sainstifikes/sentifikasi, tapi itu harus di buktikan. Ucapnya

Maka dari pada itu masyarakat punya praduga bahwasanya kasus brigadir Erik ini bukan bunuh diri melainkan pembunuhan maka dari pada itu mari kita kawal sama sama hasil Ekshumasi ini supaya tidak dipermainkan pungkas candra

(Tim)




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top