Minggu, 7 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Sorotan
DPP-SPKN: Penanganan PJU Oleh Dishub Pekanbaru Tidak Maksimal, Beberapa Ruas Jalan LPJU Tidak Berfungsi
Kamis 30 Mei 2024, 14:01 WIB
Photo: Romi Frans, Sekretaris Umum DPP-SPKN

Jetsiber.com - PEKANBARU - Selain masalah perparkiran yang membuat keresahan, kini kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kota bertuah kembali mendapat kritikan dan sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli keadilan Nasional (DPP-SPKN). Kritikan tersebut disampaikan Sekjen DPP-SPKN, Romi Frans saat berbincang ringan dengan awak media disalah satu cafe coffe, Pada Kamis (30/05/2024).

Sekjen DPP-SPKN, Romi Frans yang getol menyoroti kinerja pemerintah ini mengatakan, sejumlah jalan protokol dan permukiman masyarakat di kota Pekanbaru tampak minim penerangan karena LPJU-nya tidak berfungsi sehingga membuat suasana di malam hari menjadi gelap, ucap Romi Frans.

Diuraikannya, pantauan kami di sejumlah jalan protokol: Dari simpang Arifin Achmad - Jalan Jenderal Sudirman sampai simpang Mall SKA ada 64 titik lampu PJU yang mati.

Selanjutnya dari simpang SKA sampai - Jalan SM Amin ada 17 titik, dari Jalan SM Amin - simpang Tabek Gadang Tampan ada 28 titik yang mati. Dari simpang SM Amin - Air hitam  ada 28 titik. Dari simpang jalan SM Amin bawah - ke simpang Air hitam 8 titik.

Kemudian dari simpang Mall SKA-Simpang jalan Riau 62 titik,  dari simpang jalan Riau - Simpang jalan Taman kota Ahmad Yani  ada 22 titk. Dari simpang jalan Ahmad Yani Sudirman - ke simpang Taman Ahmad Yani depan rumah dinas Walikota Pekanbaru terdapat 7 titik, urai Romi Frans.

”Ngeri kalau lewat jalan di Pekanbaru saat malam hari, apalagi kondisi jalannya masih banyak yang berlubang. Ini kalau dibiarkan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas, serta terjadinya tindakan kriminal akibat minim penerangan jalannya,” kritiknya.

Romi Frans berharap kepada Pejabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, S.STP., M.Si segera melakukan evaluasi sistim pengelolaan perbaikan terhadap fasilitas umum yang ada di Kota Pekanbaru, termasuk OPD dalam hal ini Dishub Pekanbaru, sehingga masyarakat bisa kembali menikmati suasana malam Kota Bertuah dengan terang benderang yang membuat suasana  nyaman dan aman, sebut Romi Frans.

Romi Frans menambahkan, sumber informasi yang kami peroleh, bahwa pada tahun 2019 ada 16,200 lampu PJU tersebar di Pekanbaru sudah diganti dengan lampu hemat energi, oleh Dishub Pekanbaru. Kemudian pada tahun 2024 Dishub kembali mengajukan penggantian bola lampu sebanyak 10.000 bh lampu."Jika penggantian terlaksana kemana bangkai bola lampu bekas tahun 2019 serta 2024," tanya Romi Frans.

Kemudian DPP-SPKN mempertanyakan dugaan adanya Anggaran tahun 2022  untuk perawatan PJU sebesar Rp.2 miliar serta pengadaan lampu ditahun 2023 untuk listrik PJU dengan sistim Swakelola sebesar Rp.10.274.503.482,-
Kembali tahun 2023 untuk pengadaan lampu HLS/MR3/45 Wat sebesar Rp 450 juta,  Pengadaan lampu LHE Rp 200 juta, Pengadaan lampu LHE Rp98 juta serta Pengadaan lampu solar cel let al in one 40 wat sebesar Rp.2.235.707.250,- dan Pengadaan Lampu LET 70 wat smart sistim sebesar Rp1.512 M, urainya.

Romi Frans menegaskan, kami dari DPP SPKN selaku mitra pemerintah akan tetap melakukan  kontrol kegiatan di Dishub Pekanbaru, khususnya terkait PJU di jalan protokol hingga ke jalan lingkungan,  karena menggunakan uang negara melalui APBD. Jadi harus jelas peruntukan anggarannya, jangan ada dusta, tandasnya.

Kepala dinas Perhubungan Pekanbaru melalui Kepala bidang (Kabid) Keselamatan Teknik Sarana Prasarana (KTSP) Dishub Pekanbaru, Bagus Saputra menjelaskan, untuk lampu yang padam di Kota Pekanbaru sudah dilakukan pendataan. Karena keterbatasan armada mobil tangga secara berangsur-angsur lampu yang padam tersebut ditangani. Selain melakukan penggantian bola lampu, Dishub juga melakukan kegiatan meterisasi guna menekan tagihan listrik penerangan Jalan, sebut Bagus.

Bagus menambahkan, untuk tahun 2024 ini saja Dishub sudah melakukan penghematan kurang lebih 15 miliar tagihan PJU melalui penggantian dan penertiban LPJU dan apabila semua lampu jalan sudah di meterisasi dan ditertibkan diharapkan angka tagihan PJU bisa lebih berkurang dan layanan kepada masyarakat bisa optimal, sebut Bagus Saputra.(**)

Sumber: DPP-SPKN




Editor : L.SIREGAR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top