Minggu, 7 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
BNPT Tekankan Pentingnya Kerja Sama Internasional Untuk Berantas Terorisme
Jumat 24 Mei 2024, 17:08 WIB
Dokumentasi Antaranews

Jetsiber.com - JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengungkapkan bahwa kerja sama internasional di bidang terorisme merupakan prasyarat terwujudnya perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan global. Hal itu bahkan disampaikan BNPT dalam konferensi Global Security Forum (GSF) 2024 di Doha, Qatar, Selasa (21/5/24).

Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto menyampaikan, Indonesia percaya akan semangat multilateralisme melalui kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman terorisme.

“Multilateralisme telah di-advokasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan pengesahan Strategi Penanggulangan Terorisme Global yang berfokus pada pencegahan terorisme, memperkuat kerja sama internasional, dan meningkatkan kapasitas nasional untuk mengatasi ancaman terorisme,” jelasnya dikutip dari Antara, Jumat (24/5/24).

Ia menila, perlu agenda bersama dengan terus meningkatkan kerja sama internasional guna menghadapi ancaman terorisme. Adapun salah satu agenda bersama dalam meningkatkan kerja sama internasional menanggulangi ancaman terorisme, yakni konferensi Global Security Forum (GSF) 2024 di Doha, Qatar, yang diselenggarakan pada 20-22 Mei 2024 dengan tema Strategic Competition: The Complexity of Interdependence.

Konferensi juga menghadirkan pejabat tinggi pemerintah, diplomat, komunitas intelijen, pelaku industri, akademisi, dan jurnalis. Selain terorisme, topik-topik lain yang dibahas pada konferensi tersebut antara lain manajemen rantai pasok, perubahan iklim sebagai pengganda ancaman, ketahanan energi, teknologi penting seperti semikonduktor kelas atas, kerawanan pangan, serta praktik penyanderaan oleh aktor negara dan non-negara, termasuk dampak peristiwa Gaza terhadap keamanan global.(TBNews/Red)




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top